Karkoon Group Asia Berita Pengganti sianida dalam pengolahan tambang emas

Pengganti sianida dalam pengolahan tambang emas

Penggunaan sianida dalam pengolahan emas telah menjadi standar selama lebih dari satu abad karena efisiensinya yang tinggi. Namun, karena sifatnya yang sangat beracun, banyak penelitian dan inovasi telah dilakukan untuk menemukan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Berikut adalah beberapa pengganti sianida yang menjanjikan dalam pengolahan tambang emas

  1. Formula EnviroMetal
    Dikembangkan oleh EnviroMetal Technologies Inc., formula ini menggunakan campuran lima bahan yang disetujui oleh FDA untuk konsumsi manusia. Formula ini telah menunjukkan tingkat pemulihan emas yang sebanding, bahkan lebih baik daripada sianida. Dalam pengujian, formula ini berhasil mencapai pemulihan emas sebesar 99,6% dari sampel bijih berkadar tinggi dalam enam jam, lebih unggul dibandingkan sianida yang hanya mencapai 93,9% dalam 24 jam​

  2. Proses Clevr oleh Dundee Sustainable Technologies
    Proses ini menggunakan larutan natrium hipoklorit 2% dalam kinetika pelindian, yang secara signifikan mengurangi waktu pelindian menjadi beberapa jam dibandingkan 36 jam yang diperlukan oleh metode sianida tradisional. Selain itu, proses ini menghilangkan kebutuhan untuk kolam tailing dan tidak menghasilkan effluen beracun. Metode ini telah menunjukkan hasil ekstraksi emas lebih dari 95%, menawarkan alternatif yang lebih bersih dan efisien dibandingkan sianida
  3. Glycine Leaching Technology (GLT)
    Dikembangkan oleh Draslovka dan diimplementasikan oleh Barrick Gold, GLT menggunakan glisin, sebuah asam amino yang dapat terurai secara hayati, untuk memulihkan emas. Teknologi ini telah mengurangi penggunaan sianida sebesar 80% sambil mempertahankan tingkat pemulihan emas yang sebanding dengan proses sianidasi tradisional. Selain itu, teknologi ini menyederhanakan detoksifikasi dan mengurangi dampak lingkungan dari operasi penambangan​

  4. Proses Berbasis Pati Jagung: Ditemukan oleh peneliti di Northwestern University, metode ini menggunakan α-cyclodextrin, komponen yang berasal dari pati jagung, untuk secara selektif memulihkan emas dari bijih. Proses ini terkenal karena tidak beracun dan ramah lingkungan, menjadikannya alternatif hijau untuk sianida​

Inovasi-inovasi ini mewakili langkah signifikan menuju praktik penambangan emas yang lebih berkelanjutan, menawarkan alternatif yang layak untuk penggunaan sianida serta mengatasi masalah lingkungan dan keamanan dalam industri pertambangan.

166 Likes

Author: admin